Pentingnya Knowledge Management dalam UKM

Secara umum, lemahnya daya saing merupakan faktor utama yang menyebabkan usaha kecil menengah (UKM) kita kurang berkembang di pasar global. Bila kita telaah lebih jauh, ternyata permasalahannya ada pada kurangnya pengetahuan (knowledge) yang dimiliki dari para pengusaha tersebut. Wajar saja, karena memang mayoritas pendidikan pengusaha kecil menengah di Indonesia masih rendah.

Padahal seperti telah diketahui, pengetahuan memegang peranan yang sangat penting dalam kemajuan perusahaan. Semakin unggul pengetahuan suatu perusahaan dan sumber daya manusianya (SDM) maka akan semakin tinggi daya saing perusahaan di pasar global.

Contohnya adalah kesuksesan Microsoft dalam menjadi salah satu perusahan Information Technology (IT) terbesar di dunia. Sangat terbukti, bahwa Microsoft berhasil karena kekuatan pengetahuan yang dimiliki oleh pendiri dan pegawai-pegawainya. Lihat saja, harga saham Microsoft yang dihargai tinggi oleh masyarakat bukan dihitung berdasarkan aset yg dimiliki microsoft, namun lebih karena Microsoft memiliki pegawai dengan pengetahuan yang di atas rata-rata perusahaan lain.

Namun, pertanyaannya sekarang adalah bagaimana cara yang efektif dan efesien dalam meningkatkan pengetahuan di sebuah perusahaan? Berapa banyak dana yang harus dikeluarkan untuk mengirim karyawan ke lembaga pelatihan, sekolah, atau seminar agar terjadi peningkatan pengetahuan? Lalu, bagaimana bila perusahaan anda memiliki karyawan yang lumayan banyak? Berapa lama waktu yang dibutuhkan?

Inilah beberapa pertanyaan yang biasa diajukan para pengusaha maupun pemimpin perusahaan. Namun, mau tidak mau, proses peningkatan pengetahuan tetap harus dilakukan. Karena, salah satu kunci untuk memenangi kompetisi adalah kekuatan dari karyawan yang cerdas atau knowledge worker. Semakin cerdas dan pintar karyawan di perusahaan anda, maka akan semakin mudah pula perusahaan anda menghadapi perubahan dan memenangi kompetisi.

Salah satu solusi yang menarik saat ini adalah dengan menerapkan sebuah sistem yang mampu meningkatkan pengetahuan di internal perusahaan yang dinamakan sistem knowledge management.

Sederhananya, knowledge management merupakan sebuah sistem database berbasis web yang berguna dalam mengelola seluruh pengetahuan yang dimiliki oleh perusahaan dan pegawainya. Mengelola disini tidak sebatas menyimpan, namun juga menciptakan budaya pembelajaran di lingkungan karyawan melalui proses pertukaran pengetahuan. Sehingga, akan memudahkan karyawan dalam melakukan pembelajaran secara mandiri dan memudahkan dalam memberikan solusi bagi masalah-masalah yang dihadapinya maupun yang dihadapi pelanggan.

Dengan begitu, maka proses peningkatan knowledge seluruh karyawan tidak memakan biaya besar dan waktu yang lama. Dan secara perlahan tapi pasti, budaya pembelajaran akan semakin tumbuh di lingkungan perusahaan. Alhasil, perusahaan pun bisa percaya diri berkompetisi untuk menjadi yang terbaik.

Contoh baru-baru ini yang paling menarik adalah IBM. Pada akhir tahun 2000, pertumbuhan perusahaan yang terkenal dengan bisnis personal computer (PC) dan semikonduktor itu terus merugi. Namun, pada akhir tahun 2005, IBM mencatatkan pendapatan perusahaan yang luar biasa. Earning per share IBM menjadi 4,87 dollar US pada tahun 2005.

Lalu, apa kuncinya sehingga IBM berhasil kembali menjadi perusahaan yang sangat menguntungkan? Ternyata, salah satu yang dilakukan IBM adalah dengan membangun motivasi karyawan dan menciptakan kompetensi karyawannya melalui penerapan knowledge management. IBM percaya bahwa dengan peningkatan motivasi dan kompetensi karyawan yang signifikan, maka perusahaan akan bisa menciptakan produk dan solusi bagi pelanggannya.

Di Indonesia, setidaknya ada beberapa perusahaan yang telah menerapkan knowlegde management. Di antaranya adalah PLN, UTE Pandu engineering selaku anak perusahaan United Tractor, dan Wijaya Karya. Alasan yang dikemukakan perusahaan-perusahaan tersebut hampir sama, yakni untuk menciptakan budaya pembelajaran dan mempermudah penciptaan solusi, yang pada akhirnya mampu meningkatkan kapitalisasi perusahaan.

Nah, berkaca dari perusahaan-perusahaan besar yang sukses menerapkan knowledge management, timbul pertanyaan. Apakah usaha kecil menengah (UKM) perlu juga menerapkan sistem knowledge management? Seberapa pentingkah?

Jawabannya cukup sederhana, sangat penting. Kenapa? Seperti kita ketahui, salah satu penyebab UKM kurang memiliki daya saing yang tinggi adalah karena mayoritas pendirinya hanya berpendidikan SMP dan SMU. Sehingga, kemampuan bersaing di tingkat global menjadi terbatas. Untuk itu, peningkatan knowledge bagi UKM dan seluruh pegawainya menjadi suatu keharusan.

Atau bila menggunakan logika sederhana, bila perusahaan besar menerapkan knowledge management untuk pertumbuhan perusahaannya, tentunya UKM harus lebih serius lagi dalam menerapkan knowledge management. Sehingga UKM bisa melakukan lompatan lebih jauh agar bisa cepat menjadi perusahaan besar.

Dalam sistem knowledge management, setidaknya ada tiga proses yang harus dilakukan. Proses pertama adalah eksplorasi, yaitu melakukan pemetaan dalam organisasi mengenai knowledge yang dimiliki oleh setiap divisi, baik yang berhubungan dengan sumber daya manusia, produk, pasar, maupun pelanggan. Dengan begitu, maka akan mudah dilakukan proses pencarian dan pengumpulan seluruh pengetahuan yang dimiliki perusahaan maupun pengetahuan yang dikuasai oleh tiap pegawai.

Kedua, proses pembelajaran. Pada tahap ini dilakukan cara memanfaatkan pengetahuan tersebut secara maksimal. Bisa dengan pertukaran antar individu maupun secara perorangan. Atau, bisa dilakukan melalui forum interaktif untuk berbagi pengetahuan secara online. Pada tahap ini, akan tercipta budaya pembelajaran yang semakin lama semakin kuat. Kenapa? Karena pada dasarnya setiap orang haus akan informasi dan pengetahuan. Akibatnya, perusahaan pun akan semakin kaya akan orang-orang yang kuat pengetahuannya.

Ketiga, proses mencari dan menciptakan pengetahuan baru. Tahap ini akan terjadi bila telah terjadi budaya pembelajaran yang kuat dalam perusahaan. Dan juga, kumpulan knowledge yang sebelumnya dimiliki perusahaan dalam sistem knowledge management tidak lagi mencukupi. Sehingga, tiap orang dalam perusahaan akan berusaha untuk mencari dan menemukan pengetahuan yang baru. Alhasil, kumpulan pengetahuan dalam sistem knowlegde management menjadi terus berkembang yang pada akhrinya akan menjadi sumber pengetahuan perusahaan yang lengkap dan update atau terus diperbaharui.

Nah, bila perusahaan Anda masih tergolong UKM, maka penerapan knowledge management akan menjadi suatu tantangan menarik. Apalagi bila sudah banyak terbukti mampu menigkatkan daya saing perusahaan.

Sumber :

http://kolumnis.com/2008/06/30/seberapa-pentingkah-knowledge-management-bagi-ukm/

Posted in Ilmu Pengetahuan | Comments Off on Pentingnya Knowledge Management dalam UKM

Knowledge Management pada PT. United Tractors

Pengetahuan yang dimiliki setiap orang merupakan anugerah tak ternilai. Terlebih, bila pengetahuan itu tersimpan selama bertahun-tahun di otak seseorang. Sudah tentu, banyak informasi berharga yang sebenarnya bisa dibagikan kepada orang lain. Bila orang seperti ini berada di perusahaan anda, alangkah baiknya bila dia membagikan pengetahuannya kepada karyawan lain. Hanya saja, bagaimana mentransfer pengetahuan tersebut agar setiap orang memilikinya?

Di situlah pentingnya perusahaan mengelola berbagai pengetahuan agar tidak dimiliki secara eksklusif oleh satu-dua orang saja. Bisa dibayangkan, bila seorang karyawan yang telah bekerja selama belasan tahun memutuskan pindah ke perusahaan lain, dia tentu akan membawa pengetahuan yang dimilikinya ke perusahaan baru. Ini sangat wajar, bukan? Repotnya adalah bila SDM di perusahaan tersebut terbatas, perusahaan akan kehilangan peluang mendapatkan bisnis yang lebih besar.

“Itu sebabnya, kami memandang perlu diterapkannya knowledge management (KM),” ungkap Wakil Presdir PT United Tractors Tbk. (UT), Paulus Bambang W.S. Alasan utamanya, “Kami ingin mewujudkan visi dan misi organisasi,” katanya menjelaskan. Kalau sekadar jualan produk dan customer gagal menggunakan produk tersebut, akhirnya akan berdampak terhadap kelangsungan bisnis customer. “Secara otomatis, penjualan kami pun akan terhambat, bahkan bisa juga berhenti,” tambahnya.

Sebab lainnya, Paulus melanjutkan, bisnis yang ditekuni UT makin dinamis. Seiring dengan dinamika pertumbuhan bisnis di sektor-sektor industri yang menggunakan jasa solusi UT, seperti agrobisnis, pertambangan, kehutanan, dan konstruksi, KM menjadi makin diperlukan. “Ini untuk menjawab kompetisi bisnis yang semakin ketat. Persaingan di bisnis yang ditekuni UT bahkan sudah mengarah kepada red ocean,” ujarnya. Apa maksudnya?

Dijelaskannya, kalau perusahaan ingin menambah pangsa pasar, biayanya akan sangat tinggi. Sementara itu, tubuh organisasi makin besar. Nah, KM diharapkan dapat menjaga kesinambungan profit agar tumbuh ke arah yang lebih baik. Dari sini kemudian lahir Re-evaluasi UT Growth Strategy, yang digambarkan seperti sumbu X dan Y, di mana sumbu X-nya adalah waktu dan sumbu Y-nya adalah profit. Profit ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu, pertama, next target yang berbicara mengenai market-cash-cost (jangka pendek). Kedua, meningkat ke jangka menengah yang disebut tahap next level. Ini berbicara tentang value increase and cost reduction. Dan ketiga, untuk mencapai jangka panjang, yang disebut next landscape – meliputi expand business value chain.

Lalu, bagaimana mentransfernya? “Begitu ada ide bagus di kantor pusat, kami akan delivery-kan ke orang-orang di lapangan. Orang-orang di lapangan yang selanjutnya menggodok ide ini, lalu menyerahkannya kembali ke kantor pusat,” katanya menjelaskan. Sampai di kantor pusat, ide tersebut masih digodok lagi sambil membenahi atau memberikan infrastruktur yang dapat mendukungnya. Ide olahan inilah yang akan menjadi knowledge, yang harus disebarkan kembali ke seluruh karyawan. “Knowledge ini akan menjadi sebuah sistem baku yang berlaku umum di seluruh unit UT,” tuturnya menyimpulkan.

Yang menarik, dalam rangka penerapan KM, manajemen sampai menyiapkan tim khusus untuk menanganinya. “Kami percaya bahwa kalau tidak ada knowledge agent yang mengelola KM, KM tidak akan berjalan dengan baik,” tuturnya dengan nada yakin. Knowledge agent ini terdiri dari 8 orang, yang salah satu tugasnya adalah memastikan bahwa KM berjalan on the right track. Boleh dikatakan, ini merupakan bagian dari memberdayakan karyawan. “Sebuah ide, sebagus apa pun, kalau tidak ada people, tidak ada gunanya. People yang akan mewujudkan ide itu menjadi real, didukung sarana dan prasarana,” katanya memaparkan.

Ditegaskan Paulus, investasi terbesar dalam penerapan KM bukan pada nilai rupiah yang dibenamkan untuk membangun sistem berikut infrastrukturnya, melainkan pada upaya membangun komitmen dan perhatian, terutama dari level manajemen puncak dan dewan komisaris. “Bagi kami, ini adalah hidup-matinya UT. Yang membedakan UT dari pemain sejenis ada pada knowledge-nya,” ungkap Paulus bersemangat. Bermodal pengetahuan, dia yakin, customer akan menggunakan produknya secara optimal. Diharapkan, customer akan menilai bahwa UT mampu memberi solusi terbaik.

Manajer Perencanaan Korporat & Pengembangan Manajemen UT Nilawati Irjani menambahkan, UT bisa eksis sampai saat ini – 35 tahun – karena memiliki pengetahuan khusus. Dari hasil penjabaran visi dan misi, lahirlah tiga pilar bisnis UT, yaitu mesin-mesin konstruksi, kontrak penambangan, dan penambangan batu bara. Saat ini UT bergerak ke arah alat-alat berat, penambangan dan energi.

Untuk itu, Nila menjelaskan, pada 2007 UT mulai mengelola pengetahuan yang dimilikinya. “Kami tidak bisa bilang knowledge itu sebagai just knowledge. Mengapa? Karena buat kami, bukan masalah IT-nya, juga bukan masalah sistem. Yang menjadi perhatian utama kami adalah bagaimana knowledge ini berguna untuk pertumbuhan perusahaan,” tutur Nila.

Jadi, jika berbicara tentang penerapan KM di UT, menurut Nila, yang paling utama adalah transformasi SDM. “Kami ingin menjadi perusahaan yang solution driven. Ambil contoh di jajaran front-liner, yakni salesman, mereka harus mampu menjadikan dirinya sebagai seorang business consultant,” katanya seraya menandaskan, “Salesman UT tidak hanya berjualan, tetapi juga menjadi business consultant bagi klien.”

Contoh lain, Nila melanjutkan, “Dulu, teknisi kami datang ke klien hanya jika ada kerusakan pada alat dan butuh perbaikan. Sekarang, teknisi kami datang secara rutin untuk maintainance alat. Jadi, tidak menunggu sampai alat rusak. Transformasi inilah yang menjadi tantangan buat kami sebagai knowledge agent.”

Memasuki tahun ini, UT membuat kerangka dalam memberikan reward bagi karyawan yang mau berbagi pengetahuan. Nantinya, orang yang melakukan sharing akan mendapat poin khusus. Nilainya juga bisa dilihat di jaringan Intranet. Misalnya, ada kuis di Intranet yang bisa dijawab oleh siapa pun. Nama pemenangnya akan dipaparkan di Intranet berikut divisinya. Tentu, masing-masing divisi akan tertantang untuk mendapatkan skor terbaik. “Kami sedang menyiapkan ukuran poin reward-nya sekarang. Jika berbicara develop knowledge, harus ada sistem, proses dan infrastrukturnya,” ujar Nila.

Lalu, bagaimana KM ini dijalankan? “Kami menyebutnya from dot to circle,” ungkapnya. Maksudnya, seseorang yang sebelumnya hanya punya satu pengetahuan, pengetahuannya akan bertambah setelah di-applied. Bila tadinya hanya sedikit – disimbolkan seperti noktah (titik) – setelah diaplikasikan, mulai ada peningkatan pengetahuan. “Itu berarti dia berusaha meningkatkan pengetahuannya,” Nila menjelaskan. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, pengetahuan tersebut dibagikan ke seluruh karyawan. “Kalau sudah sharing, dot atau titik kecil ini akan terus membesar. Proses pembesaran titik (dot) bagaikan lingkaran yang tidak pernah putus,” katanya menjabarkan. Jika dot ini sudah menjadi lingkaran yang membesar dan memiliki success story, selanjutnya akan distandardisasikan.

Dalam penerapannya, Nila mengakui masih menemukan kendala. Di antaranya adalah bagaimana menggugah karyawan agar berbagi pengetahuan. Dia menduga, hal itu disebabkan keterbatasan waktu dan belum adanya kesamaan persepsi mengenai pentingnya sharing knowledge tersebut.

Bambang Agung Muljanto, Manajer Bagian Pengembangan Bisnis UT, mengakui, tantangan utama dalam menerapkan KM adalah bagaimana mendorong karyawan bercerita mengenai pengetahuan yang dikuasainya. “Mereka bukan tidak mau berbagi pengetahuan, tetapi karena tidak terbiasa saja. Kan memang ada orang yang tidak bisa mendeskripsikan sesuatu yang mereka kerjakan,” tuturnya.

Terlepas dari itu, Bambang berpendapat, penerapan KM membuat hal-hal yang sudah dilakukan karyawan menjadi lebih terstruktur dan berkembang. “Knowledge yang ada bisa dikumpulkan dan di-delivery ke semua karyawan UT di cabang mana pun,” katanya. Satu hal yang patut dicatat, KM memungkinkan lahirnya sebuah inovasi dari level mana pun. “Sebuah ide tidak harus selalu dari top management. Ide strategis bisa saja datang dari level bawah dan menengah,” tuturnya.

Misalnya, lahirnya ide disposal management battery. Dalam hal ini, pengetahuan yang dibagikan adalah mengolah limbah baterai di customer UT di Freeport – kebetulan kasus ini lahir dari cabang di sana. Setelah diadakan sesi sharing pengetahuan dan melalui proses improvement, jadilah sebuah sistem yang bisa diterapkan oleh customer di daerah lain. Tentu saja, ide ini menjadi solusi yang bagus buat customer sekaligus bisa menekan biaya. Pasalnya, customer tidak perlu lagi mengelola dispossal battery. Tugas itu diserahkan ke UT. Jadi, UT-lah yang akan mengelola limbahnya. Buat UT, ini berarti peningkatan pendapatan.

Kalau membicarakan komitmen, Bambang menilai, pemimpin puncak di UT sangat komit dengan implementasi KM. “Mereka terjun langsung, bahkan sampai mau mengubah bentuk dari training centre menjadi learning centre. Itu salah satu wujud komitmen mereka. Pada akhirnya, implementasi KM akan menjadikan UT sebagai organisasi pembelajar,” ujarnya. Manfaatnya? “Tentu saja, knowledge saya makin bertambah. Selain itu, dengan adanya penerapan KM, semangat team work dan keinginan untuk maju jadi makin tinggi,” ungkapnya memuji.

Menanggapi penerapan KM di UT, pengamat manajemen dari Universitas Indonesia Budi W. Soetjipto berpendapat, respons positif dari karyawan sangat diperlukan untuk mencapai keberhasilan. Bagi karyawan, ini merupakan kesempatan memperbaiki dan meningkatkan pengetahuan secara terus-menerus, sekaligus sebuah tantangan menarik. Untuk sampai pada tahap itu, sangat bergantung pada sejauh mana manajemen mendongkrak inovasi dan market learning capability.

Yang jelas, Budi menambahkan, KM memberi pelajaran kepada karyawan tentang paradigma baru dalam menyikapi dinamika bisnis. “Ini sejalan dengan market learning capability,” katanya. Akan tetapi, untuk inovasi, UT harus bisa menyatukan KM di perusahaan sebagai budaya yang terintegrasi dan melekat pada seluruh karyawan. Untuk mencapai itu, semangat perubahan harus bersifat kolaboratif ketimbang berkompetisi di kalangan internal. Budi meyakini, transfer pengetahuan dan informasi hanya terjadi jika para individu punya pola pikir terbuka dan lebih mengedepankan kerja tim. “Semangat berbagi pengetahuan dan pengalaman harus dilandaskan pada rasa senang melihat rekan kerja bisa maju dan berkembang. Bukan untuk menjatuhkan,” ujarnya menandaskan.

Posted in Ilmu Pengetahuan | Comments Off on Knowledge Management pada PT. United Tractors

Virtual Community of Practice: Membangun Tacit Knowledge di Perguruan Tinggi

Memahami Virtual Community of Practice

Community of Practice (selanjutnya akan disebut CoP) adalah proses belajar sosial yang muncul saat orang-orang yang mempunyai ketertarikan yang sama dalam suatu hal berkolaborasi dalam suatu periode yang panjang untuk melakukan sharing ide, menemukan solusi, maupun membangun inovasi [3]. Kelompok-kelompok diskusi, hobbyist, serta kelompok-kelompok sejenis merupakan contoh dari suatu CoP.

CoP pertama kali dicetuskan oleh Jean Lave dan Etienne Wenger. Etienne Wenger kemudian memperluan konsep tersebut dan mengaplikasikannya untuk konteks lain, khususnya dalam hal pengembangan organisasi. Wenger [5] mendefinisikan CoP sebagai suatu kelompok orang-orang yang saling berbagi perhatian, sekumpulan masalah, atau keminatan yang kuat terhadap suatu topik, dan memperdalam pengetahuan dan keahlian mereka dalam area tersebut dengan cara berinteraksi secara terus menerus.

Suatu Virtual CoP merupakan bentuk khusus dari CoP yang memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi (ICT – Information and Communication Technology) untuk melakukan berbagai aktivitas dalam sharing ide, menemukan solusi, maupun membangun inovasi.

Meskipun merupakan over simplification, komunitas yang ada pada berbagai mailing list merupakan contoh dari VCoP.
Pengetahuan / Knowledge dan VCoP

Pengetahuan bisa dikategorikan menjadi 3 kategori utama:

  • Explicit Knowledge, merupakan pengetahuan yang bisa dengan “mudah” dikodifikasikan dan ditransformasikan. Pengetahuan tentang cara menjalankan suatu aplikasi komputer merupakan contoh dari pengetahuan ini.
  • Implicit Knowledge. merupakan pengetahuan yang bisa dengan “mudah” dikodifikasikan dan ditransformasikan tetapi pihak yang mempunyai pengetahuan tersebut tidak mempunyai keinginan untuk melakukan kodifikasi dan transformasi.
  • Tacit Knowledge, merupakan pengetahuan yang sulit untuk dikodifikasikan dan sulit untuk dilakukan transformasi ke pihak lain. Dalam istilah Michael Moranyi, pengetahuan ini merupakan jenis pengetahuan yang tertanan dalam diri seseorang melalui pendalaman dan pengalaman dan untuk lebih mudahnnya sering disebut dengan pengetahuan yang “we know more than we can tell” [4].

Dalam hubungannya dengan pengetahuan, VCoP bisa digunakan untuk pengetahuan eksplisit maupun tacit. Pengetahuan tacit memang tidak mutlak tidak bisa dikodifikasikan. Anggota-anggota komunitas bisa memperdalam pengetahuan tacit dengan dasar pengetahuan eksplisit. Untuk itu diperlukan partisipasi yang aktif dari anggota.

Kolaborasi dan interaksi diperlukan agar pengetahuan eksplisit bisa berkembang lebih jauh lagi menjadi pengetahuan tacit. Perguruan tinggi sebagai suatu organisasi yang bergerak di dalam domain knowledge, semestinya bisa memanfaatkan ICT untuk keperluan pengelolaan pengetahuan (knowledge management). Saat ini bisa dikatakan, pengelolaan pengetahuan di perguruan tinggi mungkin baru berada pada level pengetahuan eksplisit. Secara tidak sadar, kondisi ini memicu frustasi baik di kalangan mahasiswa maupun pengajar. Mahasiswa merasa bahwa pengetahuan yang diberikan dosen bisa diperoleh dengan mudah karena telah dikodifikasikan di banyak media (buku, situs Internet, dan lain-lain). Sementara itu, dosen merasa bahwa mereka mempunyai banyak materi yang bisa diberikan, tetapi tidak mengetahui bagaimana pengetahuan tersebut bisa ditransformasikan dengan baik. Dalam kondisi seperti ini VCoP diperlukan.
Infrastruktur yang Diperlukan

Pada dasarnya, VCoP memerlukan berbagai infrastruktur yang bisa dibagi menjadi dua kategori besar:

  • Infrastruktur Teknis
  • Infrastruktur Non-teknis

Infrastruktur Teknis

VCoP memerlukan infrastruktur yang memadai dari sisi teknis, baik berupa Internet maupun Intranet. Pada dasarnya, pilihan penggunaan Internet atau Intranet didasarkan pada jangkauan anggota CoP yang akan dibangun. Untuk keperluan internal suatu organisasi, penggunaan Intranet telah mencukupi. Intranet maupun Internet hanya akan berbeda ruang lingkupnya, infrastruktur yang mendasari tetap sama.

Dengan demikian, pembahasan untuk infrastruktur teknis ini bisa diaplikasikan pada Intranet maupun Internet.

Infrastruktur Jaringan Komputer

Infrastruktur dibangun dengan menggunakan suatu protokol. Meskipun bisa menggunakan berbagai protokol, penulis menyarankan menggunakan protokol terbuka dan menghindari protokol proprietary. Protokol yang biasanya digunakan adalah TCP/IP, seperti halnya protokol yang digunakan di Internet. Untuk keperluan ini diperlukan minimal 1 server yang berfungsi sebagai:

  • HTTP server: memungkinkan sarana web untuk bisa diakses, misalnya menggunakan Apache HTTPd, Apache Tomcat, Jetty, dan lain-lain.
  • File server: Secure Copy – scp, Secure File Transfer Protocol – sftp
  • Mail server: transport: SMTP (sendmail, postfix, qmail. exim), incoming: IMAP, POP3.
  • Database server: untuk keperluan data storage and retrieval
  • DHCP server: untuk keperluan konfigurasi klien dalam jaringan secara otomatis.
  • Software lainnya untuk kepentingan yang lebih lanjut (misalnya SSH untuk pengaksesan shell, LDAP – Lightweight Directory Access Protocol untuk pengaksesan direktori).

Sisi klien merupakan komputer desktop dengan aplikasi standar. Lihat pembahasan tentang infrastruktur software.

Infrastruktur Hardware

Secara umum, hardware yang digunakan terdiri atas peranti masukan (input), pemroses, dan keluaran (output). Beberapa peranti bisa di-share untuk pemakaian bersama, misalnya penggunaan peranti keluaran berupa printer. Dari sisi ini, hal yang perlu diperhatikan adalah jumlah RAM yang memadai (saat ini, kebanyakan aplikasi desktop meminta RAM minimal 512MB) serta processor (32 bit – Intel x86 sudah mencukupi, meskipun sekarang mulai berkembang mesin 64 bit,
misalnya AMD64).

Infrastruktur Software

Infrastruktur ini berjalan di atas lapisan hardware dan terhubungan dalam suatu jaringan melalui infrastruktur jaringan. Infrastruktur inilah yang akan langsung berhadapan dengan anggota-anggota komunitas. Secara minimal, software yang harus disediakan adalah:

  • Software standar. Software ini merupakan software standar yang memungkinkan suatu workstation bisa berfungsi. Secara umum, software ini terdiri atas sistem operasi dan aplikasi desktop standar (Internet: browser, instant messaging, FTP Client, SSH client, aplikasi perkantoran: pengolah kata spreadsheet, presentasi). Penggunaan software bebas sangat disarankan.
  • Software pembelajaran. Software ini merupakan software standar yang bisa diakses oleh anggota-anggota komunitas untuk belajar. Software ini disesuaikan dengan domain keilmuan yang menjadi interest dari anggota VCoP yang dibentuk.
  • Selain software di atas, beberapa software berikut ini akan sangat diperlukan untuk membentuk VCoP:
    1. Instant Messaging, digunakan untuk berkomunikasi secara langsung realtime melalui tulisan. Meskipun awalnya hanya menggunakan tulisan, saat ini telah dikembangkan untuk keperluan voice serta video. Beberapa diantaranya adalah Skype, Yahoo Messenger, GoogleTalk, dan lain-lain
    2. Groupware (software yang memungkinkan setiap anggota untuk berkomunikasi dan berkolaborasi)
    3. Forum (merupakan software berbasis web yang digunakan untuk keperluan berbagi pendapat, ide, dan pemecahan masalah serta berdiskusi mengenai berbagai hal yang sesuai dengan keminatan dalam komunitasi tersebut. Pada software ini, ditetapkan topik-topik utama dari keminatan komunitas. Setiap topik mempunyai moderator)
    4. Mailing list / milis (memungkinkan diskusi dan berbagi ide serta pendapat melalui fasilitas e-mail. Setiap pengiriman ke suatu alamat yang ditetapkan akan secara otomatis mengirimkan e-mail ke seluruh anggota yang terdaftar. Moderator dalam suatu milis bertugas untuk menjaga agar milis tersebut tetap fokus.
    5. Wiki, merupakan software berbasis web yang berfungsi sebagai “papan tulis” yang bisa ditulisi oleh anggota-anggota komunitas. Suatu halaman wiki akan digunakan untuk menampung pengetahuan dari masing-masing anggota. Partisipasi anggota sangat diperlukan agar bisa membuat wiki menjadi semacam knowledge base.
    6. Document Management System, merupakan software (yang kebanyakan) berbasis web dan berfungsi untuk mengelola berbagai dokumen. Dengan adanya repository ini, anggota bisa menyimpan, mengambil, menampilkan dokumen, serta berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan kemudahan akses dokumen.
    7. Content Management System, merupakan software berbasis web yang digunakan untuk mengelola berbagai isi / content halaman web. CMS merupakan sarana untuk menampilkan berbagai informasi. Dengan CMS ini, bisa dengan mudah dibangun suatu website dengan isi yang bisa dikelola dengan mudah.

Infrastruktur Non-teknis

Infrastruktur non-teknis terutama berkaitan dengan aturan-aturan yang mengikat anggota dari CoP. Selain itu, diperlukan juga pemahaman yang memadai dari para anggota tentang aturan-aturan tersebut. ACL (Access Control Lists) yang memadai juga diperlukan. Harus jelas peran-peran yang nantinya akan mengambil bagian dalam komunitas ini. Sebagai contoh, dosen bisa ditetapkan untuk menjadi ad ministrator atau moderator pada forum maupun milis. Aturan-aturan diwujudkan dalam bentuk tertulis dan bisa dibaca oleh semua anggota. Dalam kaitannya dengan etika, diperlukan juga pengetahuan mengenai nettiquette, yaitu etika bergaul di dunia virtual.
Sikap Mental

Terbentuknya VCoP tidak terlepas dari sikap mental yang harus dimiliki oleh anggota-anggotanya. Kemauan untuk berbagi ide, inovasi, memecahkan masalah bersama, dan bentuk-bentuk partisipasi lainnya menghendaki agar anggota-anggota komunitas mempuyai sikap mental yang baik dan jauh dari rasa iri. Berdasarkan pengalaman penulis, sikap mental ini bisa dibentuk dari penyiapan aturan serta konsistensi dalam menjalankan aturan tersebut secara terus menerus.
Membangun VCoP

Membangun komunitas berbasis pengetahuan bukan merupakan pekerjaan yang mudah. Strategi yang bisa dilaksanakan adalah dengan menggunakan pendekatan manfaat. Setiap anggota harus bisa memperoleh manfaat yang memadai dari adanya CoP. Manfaat utama yang muncul adalah semakin bertambahnya pengetahuan dari para anggotanya. Wenger [5] menyarankan suatu quick start-up guide berikut ini:

  1. Menetapkan konteks stratejik. Suatu konteks stratejik memungkinkan komunitas untuk menemukan legitimasi dalam organisasi.
  2. Edukasi. Setiap anggota harus memahami bagaiman (V)CoP ini berada dalam konteks pekerjaan mereka serta bagaimana menggunakan berbagai fasilitas yang terdapat pada VCoP.
  3. Dukungan. Berikan dukungan yang kuat kepada para anggota agar bisa berpartisipasi dalam VCoP. Kebanyakan kegagalan sering juga disebabkan karena kurangnya pengetahuan serta dukungan untuk bisa berpartisipasi.
  4. Mulai dengan segera. Usahakan membuat suatu posting yang bermanfaat yang memungkinkan para anggota untuk bisa segera berpartisipasi dan belajar.
  5. Doronglah partisipasi. Hargai pekerjaan komunitasi. Publikasikan kesuksesan-kesuksesan.
  6. Integrasikan ke dalam organisasi.

Penutup

Jika fasilitas telah disediakan dan infrastruktur aturan telah disiapkan seharusnya CoP bisa eksis, meskipun memang memerlukan proses. Jika tidak berproses dan CoP tidak eksis, tampaknya komunitas yang ada di organisasi yang bersangkutan merupakan komunitas yang anggotanya (sebagian besar) terdiri atas para anggota dengan pengetahuan yang bersifat implisit (implicit knowledge). Pada organisasi yang sebagian besar anggotanya mempunyai pengetahuan implisit, ditambah dengan kemauan belajar yang rendah dari banyak anggota lainnya, CoP tidak mungkin bisa eksis.
Daftar Pustaka

[1] E. L. Lesser, J. Storck, Communities of Practice and Organizational Performance, IBM Systems Journal, Vol 40, No 4, 2001
[2] Wikipedia, Virtual Community of Practice, http://en.wikipedia.org/wiki/Virtual_Community_of_Practice
[3] Wikipedia, Community of Practice, http://en.wikipedia.org/wiki/Virtual_Community_of_Practice
[4] Wikipedia, Tacit Knowledge, http://en.wikipedia.org/wiki/Tacit_knowledge
[5] Etienne Wenger, R. A. McDermott, W. Snyder, Cultivating communities of practice : a guide to managing knowledge, Boston: Harvard Business School Press, 2002.
Sumber :
http://bambangpdp.wordpress.com/category/knowledge-management/
Posted in Ilmu Pengetahuan | Comments Off on Virtual Community of Practice: Membangun Tacit Knowledge di Perguruan Tinggi

Knowledge Management dari pandangan Onno W. Purbo

Berawal dari tugas kuliah Knowledge Management yang dimana dosen di kampus saya  mengharuskan para mahasiswanya  membuat artikel mengenai pembahasan segala hal yang berhubungan dengan  Knowledge Management.  Maka dari itu mulai dari postingan kali ini dan untuk seterusnya akan lebih banyak postingan yang membahas mengenai  Knowledge Management. Dalam tulisan ini saya mencoba membahas hal yang telah di tuliskan oleh Onno W. Purbo. Berikut adalah pembahasannya.

Knowledge Management (KM) adalah sebuah konsep yang relatif baru yang bergerak di atas infrastruktur teknologi informasi (Internet & Intranet) yang ada. Sangat berbeda dengan dengan konsep e-commerce yang hari-hari ini sedang booming dan banyak di minati oleh orang banyak. E-commerce seperti kita rasanya sebetulnya hanyalah membuat effisien proses perdagangan yang sudah ada supaya lebih cepat dan dapat di akses dengan mudah dari segala penjuru dunia.

Berbeda dengan konsep-konsep effisiensi prosedur, knowledge management di fokuskan untuk menjadi seseorang / sebuah institusi agar menang dalam kompetisinya karena memiliki pengetahuan yang lebih baik daripada kompetitor-nya. Isu utama di knowledge management adalah competitiveness. Competitiveness tersebut di peroleh dengan cara mengelola pengetahuan yang kita miliki dengan baik dan effisien.

Pada saat ini di Indonesia sedang terjadi gerakan untuk membangun knowledge infrastructure yang berbasis knowledge management yang di motori oleh Knowledge Management Reseach Group (KMRG) ITB yang di ketua oleh Ismail Fahmi. Melalui infrastruktur pengetahuan yang dibangun berbasis Web diharapkan dapat mengkaitkan banyak sekali institusi pendidikan dan beberapa institusi komersial / non-pendidikan supaya proses tolong menolong dalam pemandaian bangsa ini terjadi.

Dalam konsep baru – knowledge management – sebuah institusi secara sadar dan komprehensive akan mengumpulkan, mengorganize, men-share, dan menganalisa pengetahuan yang mereka miliki untuk tujuan-tujuan di masa mendatang. Di tahun 2000 ini, setahu saya tidak banyak institusi / perusahaan di Indonesia yang secara serius mempunyai knowledge management secara menyeluruh. Umumnya yang ada beberapa perusahaan memfokuskan pada proses yang ada dan mencoba agar menjadikan satu proses-proses tersebut menjadi satu kesatuan.

Knowledge management sendiri merupakan sebuah proses yang kompleks, oleh karena itu tidak mungkin dapat ditangani oleh sebuah vendor saja. Untuk dapat sukses mengimplementasikan knowledge management harus secara cantik menggabungkan berbagai solusi yang ada menjadi satu kesatuan yang komprehensive.

Dalam sebuah artikel di Information Week, Jeff Angus & Jeetu Patel menggambarkan empat (4) proses yang menggambarkan knowledge management yang dapat di tuliskan dalam sebuah tabel di bawah

Proses Utama

Aktifitas

Pengumpulan & pemasukan data

OCR & scanning

Pemasukan suara

Mengambil informasi dari berbagai sumber

Mencari informasi untuk dimasukan

Pengorganisasian / pengkatalogan

Pengindexan

Pemfilteran

Link / penghubungan

Pemurnian & Pemberian konteks

Kerjasama

Compacting

Projecting

Data Mining

Aliran diseminasi

Sharing

Alert

Push

Sebuah rencana knowledge management, pertama kali tentunya harus melakukan survey akan kebutuhan institusi tersebut. Dengan memperhitungkan semua aktifitas di atas untuk memenuhi kebutuhan yang ada. Tantangan selanjutnya adalah menemukan atau membuat perangkat lunak yang cocok dalam konteks-nya untuk rencana secara keseluruhan.

Jika kita melihat lebih dekat apa yang dilakukan oleh orang di bidang knowledge management – saya coba menyadur tulisan dari Karl E. Sveiby yang cukup menarik. Tampaknya kalau melihat secara teliti maka ada dua (2) buah jalur utama yang di ambil oleh orang tentang Knowledge Management (KM).

Jalur KM = Manajemen dari informasi. Peneliti & praktisi di bidang ini umumnya mempunyai pendidikan di bidang komputer dan / atau ilmu informasi. Mereka terlibat dalam pembangunan Sistem Informasi Manajemen, AI, re-engineering, groupware dll. Bagi mereka pengetahuan = objek yang dapat di identifikasi dan di proses dalam sistem informasi. Jalur ini baru dan berkembang sangat pesat pada saat ini, terutama dengan berbagai perkembangan di dunia komputer.

Jalur KM = Manajemen dari orang. Peneliti & praktisi di bidang ini cenderung memperoleh pendidikan di bidang philosofi, psychologi, sosiologi dan bisnis / management. Mereka umumnya umumnya terlibat dalam pengaksesan, pengubahan dan perbaikan skill & perilaku manusia secara individu. Bagi mereka pengetahuan = proses, sebuah set kompleks dari skill dinamis, know-how dll yang terus menerus berubah. Secara tradisional mereka terlibat dalam proses belajar dan proses manajemen kompetensi individual ini – seperti seorang psycholog – atau pada tingkat organisasi – seperti philosofer, sosiolog atau teoritis organisasi. Jalur ini sudah tua dan tidak berkembang demikian pesat.

Tingkat: Perspektif Individual. Fokus dari penelitian & praktek pada individual.
Tingkat: Perspektif Organisasi. Fokus dari penelitian & praktek pada organisasi.

Dalam tabel 2×2 dapat kita lihat Knowledge Management sebagai berikut

Jalur

Knowledge = Objek

Knowledge = Proses

Tingkat Organisasi

Re-engineering

Teoritis Organisasi

Tingkat Individual

AI-spesialis

Psycholog

Tentunya karena perbedaan latar belakang pendidikan yang cukup ekstrim tersebut, sering kali bahasa yang digunakan oleh kedua sisi tersebut akan berbeda satu dengan yang lain jika berbicara satu dengan yang lain.

Secara umum berbagai inisiatif knowledge management dapat dipetakan dalam tiga (3) hal besar untuk aset intangible, yaitu, struktur eksternal, strukur internal dan kompetensi dari SDM. Dalam contoh tabel berikut di gambarkan beberapa contoh aplikasi yang real dari berbagai inisiatif yang ada.

Struktur External

Struktur Internal

Kompetensi SDM

Peroleh pengetahuan dari customer.

Bangun budaya untuk berbagai pengetahuan.

Buat jenjang karir berbasis knowledge management.

Berikan customer tambahan pengetahhuan.

Buat revenue baru dari pengetahuan yang ada.

Buat lingkungan terbatas untuk transfer pengetahuan tacit.

Tangkap pengetahuan tacit yang ada di masing-masing individu, simpan, sebarkan & gunakan.

Belajar dari simulasi dan instalasi pilot projek.

Ukur proses pembuatan pengetahuan dan aset intangible.

Posted in Ilmu Pengetahuan | Comments Off on Knowledge Management dari pandangan Onno W. Purbo

DIGITALISM

DIGITALISM PICTURE

Digitalism merupakan band dari Jerman yang terdiri dari Jens “Jence” Moelle and İsmail “Isi” Tufekci. Di sebutkan di situs myspace.com kalau musik yang mereka mainkan adalah bergenre Electronica. Jika anda pernah mendengar musik seperti yang di mainkan oleh Daft Punk,mungkin saja anda akan suka mendengarkan lagu lagu yang di mainkan oleh Digitalism. Karena musik yang mereka mainkan tidak berbeda jauh meski memang terdapat sedikit perbedaan pada ke dua band tersebut. Karena mereka memang mengakui kalau musik yang mereka mainkan terinspirasi dari musik musik yang di mainkan oleh Daftpunk.

Selain itu pula,Digitalism pernah merilis single mereka yang di antaranya berjudul “Idealistic”, “Zdarlight”, “Jupiter Room”, dan “Pogo”. Namun kebanyakan karya musik mereka lebih sering meremix lagu musisi lain yang sudah ada. Seperti misalnya lagu lagu yang pernah di mainkan oleh Daft Punk, Tiga, Klaxons, White Stripes, Cut Copy. Untuk lebih jelasnya musik seperti apa yang mereka mainkan,bisa langsung mengakses acc mereka di situs http://www.myspace.com/digitalism.

Posted in Music & Life Style | Comments Off on DIGITALISM

David Guetta – Pop Life (2007)

Pop Life
# Baby When the Light
# Love Is Gone
# Everytime We Touch
# Delirious
# Tomorrow Can Wait
# Winner of the Game
# Do Something Love
# You’re Not Alone
# Never Take Away My Freedom
# This Is Not a Love Song
# Always
# Joan of Arc
# Love Is Gone (Fred Rister & Joachim Garraud Radio Edit Remix)

David Guetta merupakan musisi asal Paris,Perancis yang lahir pada 7 November 1967. Pada tahun 2007 David Guetta kembali meluncurkan album ke 6 yang di beri judul Pop Life. Genre yang di mainkan oleh David Guetta adalah House Music. Pada lagu lagu yang terdapat di album ke 6 Pop Life ini ada beberapa lagu yang cukup populer di kalangan para pecinta musik house seperti Do something love,Tomorrow Can Wait dan Love Is Gone. Terutama lagu yang berjudul Love Is Gone. Mengambil tema lagu tentang patah hati yang di beri sentuhan suara vocal khas David Guetta yang membuat lagu tersebut semakin seru untuk di dengarkan berulang-ulang.

Namun buat para pecinta musik yang lebih menyukai Trance atau semacamnya tampaknya tidak akan merasa asing dengan genre musik yang mainkan oleh David Guetta ini,karena meski genre yang di mainkan oleh David Guetta bergenre House Music. Tapi jangan anda membayangkan lagu yang akan anda dengan adalah lagu House Music sepertii yang anda dengan di tempat – tempat clubing di daerah kota. Menurut saya pribadi,meski genre music yang mainkan oleh David Guetta bergenre House Music,tetapi irama musiknya lebih terasa cocok untuk para penikmat musik selatan yang lebih banyak menyukai genre musik Trance dan semacamnya. Penasaran dengan lagu lagu dari David Guetta ? Silakan langsung mencari di toko musik terdekat di kota anda.

Posted in Music & Life Style | Comments Off on David Guetta – Pop Life (2007)

Airsoftgun

Airsoftgun Picture
Mungkin kalau orang-orang yang tinggal di daerah kota besar seperti Jakarta atau Bandung,terutama anak-anak mudanya rata-rata sudah pada tau apa itu airsoftgun,tapi di lain hal masih ada banyak masyarakat awam yang masih belum tahu dan juga memahami apa itu airsoftgun. Untuk itu di sini saya akan membahas sedikit hal mengenai airsoftgun.

Awal mulanya di ciptakanya Airsoftgun adalah berasal di Jepang. yang di mana pada saat itu di dorong juga oleh kondisi setelah perang dunia ke 2. setelah Jepang di bom atom oleh sekutu dan jepang di nyatakan kalah, jepang di hukum oleh dunia untuk sekian lama tidak boleh memiliki senjata api, dari hal itulah akhirnya mucul ide dari orang- orang yang gemar mengoleksi senjata api untuk membuat replika senjata api dengan bentuk dan ukuran yang sama persis bentuk fisikny dengan senjata asli. namun hanya bentuk fisik yang sama berbeda dengan material dan juga sistem kerja airsoftgun sehingga tidak mungkin airsoftgun dapat di jadikan alat yang mematikan.

Sekilas tentang Airsoftgun.
Sampai sekarang sudan beberapa negara yang memproduksi Airsoftgun yaitu Jepang, Hongkong, Taiwan, China, dan Juga Amerika. dan untuk sumber tenaganya airsoftgun ada 3 tipe ada yang menggunakan sistem Bolt action atau spring atau singgle action, lalu ada yang menggunakan batrei atau di sebut AEG dan juga ada yang menggunakan Gas atau biasa di sebut dengan istilah GBB.

Airsfotgun di Indonesia.
Tahun 90-an awal dan pertengahan sudah ada mainan seperti airsoftgun ini di Indonesia, hanya saja belum terkenal istilah airsoftgun, dan komunitas airsoft resmi baru ada sekitar 90-an akhir kalau tidak salah SAT (Surabaya Airsoft Team, 1999) trus ada Code4 (Jakarta, 2001) ama Vertex (Bandung, 2001). Tahun 2005 LPEG dan AEG ACM generasi awal2 mulai membanjiri pasaran yg akhirnya menjadikan airsoft di Indonesia jadi booming sampai sekarang ini.

Airsoftgun di Indonesia sampai saat ini sudah ramai yang menggemarinya namun statusnya masih di anggap abu-abu oleh pemerintah. padahal hobby airsoftgun bisa di bilang sangat positif karena bermain airsoftgun sama saja dengan olahraga juga membuat kita mengerti taktik perang sehingga suatu saat bisa di gunakan sebaga menjadikan sebuah bekal untuk membela negara apabila memang di perlukan.

Airsoftgun Warning
Sumber : Bursa-airsoft.com/

Posted in Berita dan Informasi | 4 Comments

Pripayat Kota Hantu Di Ukraina

Pripyat City Picture 1
Pripayat Ukraina
Jika kalian pernah bermain FPS Game COD 4,Pastinya pernah melihat bagian-bagian stage yang menampilkan sebuah kota mati di ukraina yang tampak sangat menyeramkan seperti kota hantu yang terdapat pada foto-foto di atas,nama kota itu adalah kota Pripyat. yang di mana pada game COD4 di tugaskan kita sebagai seorang tentara yang pada game tersebut untuk menjadi sniper bersama 1 teman kita dalam menjalankan misinya. Di balik semua misi yang terdapat di stage tersebut dalam game COD4. Seting tempat yang terdapat pada game tersebut mengikuti persis apa yang memang terjadi pada kondisi keadaan aslinya di dunia nyata. Berikut ulasan lebih lanjut mengenai Reaktor Chernobyl yang terdapat di kota kecil Pripayat.

Reaktor Chernobyl jenis RBMK didirikan di atas tanah rawa di sebelah utara Ukraina, sekitar 80 mil sebelah utara Kiev. Reaktor unit 1 mulai beroperasi pada 1977, unit 2 pada 1978, unit 3 pada 1981, dan unit 4 pada 1983. Sebuah kota kecil, Pripyat, dibangun dekat PLTN Chernobyl untuk tempat tinggal pekerja pembangkit itu dan keluarganya. Tipe PLTN Chernobyl dirancang untuk menghasilkan “plutonium” guna pembuatan senjata nuklir serta listrik. Tipe PLTN berfungsi ganda seperti ini tidak ada di negara-negara Barat, seperti, AS dan Prancis, yang merupakan negara pioner PLTN di samping Uni Soviet (pada waktu itu) sebagai pioner pertama.

Namun sangat di sayangkan,di balik kemajuan yang terjadi di bidang teknologi PLTN tersebut tidak di imbangi dengan Sumber Daya Manusia yang semestinya,di mana karena kelalaian manusia yang mengakibatkan timbulnya sebuah bencana besar yang terjadi pada PLTN Chernobyl.

Bencana Chernobyl
PLTN Chernobyl Picture
Pada Tanggal 26 April 1986,terjadi ledakan dashyat pada Unit 4 PLTN Chernobyl. Yang mengakibatkan terjadinya pengungsian besar-besaran oleh warga kota Pripyat ke daerah lainnya yang terdapat di Ukraina. Berbagai media cetak dan elektronik sejagat memberitakan tragedi itu secara beragam baik yang bersifat normatif, emosional, ataupun bombastis.

Berdasarkan laporan “Chernobyl Lecacy”, sebagian besar daerah pemukiman yang semula mendapat kontaminasi zat radioaktif karena kecelakaan PLTN Chernobyl telah kembali ke tingkat radiasi latar, seperti sebelum terjadi kecelakaan. Dampak psikologis adalah yang paling dahsyat, terutama trauma bagi mereka yang mengalaminya seperti stres, depresi, dan gejala lainnya yang secara medis sulit dijelaskan.

Pripayat Ukraina 2
Akibat kecelakaan itu, IAEA dan semua negara yang memiliki PLTN membangun konsensus internasional untuk selalu menggalang dan memutakhirkan standar keselamatan. Di sisi lain, pihak yang anti-PLTN telah menggunakan isu kecelakaan di Chernobyl sebagai bahan kampanye untuk menolak kehadiran PLTN, termasuk di Indonesia, dengan berbagai informasi yang keliru karena ketidaktahuan akan kebenaran informasi sebab terjadinya kecelakaan Chernobyl.

Belajar dari kecelakaan Chernobyl, IAEA telah menetapkan standar tambahan untuk memperkuat syarat keselamatan yang tinggi bagi pembangunan dan pengoperasian PLTN, antara lain, perbaikan desain sampai pada generasi ke-4, aturan main dalam bentuk basic safety, dan berbagai konvensi keselamatan.

Trauma yang melanda masyarakat di lokasi kejadian dan sekitarnya akibat peristiwa Chernobyl sampai sekarang menjadikan setiap tanggal 26 April pukul 01.23 lonceng berdentang-dentang di Ukraina. Walaupun malam telah larut dan udara dingin, namun warga tetap terjaga. Mereka meletakkan bunga dan lilin di monumen korban bencana Chernobyl. Upacara yang sama digelar di Slavutych, Rusia, kota yang didirikan untuk menampung para pekerja Reaktor Chernobyl. Upacara juga diperingati di negara tetangga Ukraina, yaitu Belarus, yang ikut menderita akibat bencana Chernobyl.

Sumber : batan.go.id/

Posted in Berita dan Informasi | 4 Comments

Pesawat UAV Made In Indonesia

UAV Picture
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengembangkan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) untuk berbagai keperluan pemantauan dari udara, seperti pemetaan, pemantauan kebakaran hutan, mitigasi bencana, pencarian korban hingga keperluan militer.

“Prinsipnya PUNA mampu membawa terbang berbagai peralatan seperti kamera, alat pengintai dan sejenisnya hingga seberat 20kg,” kata Deputi Kepala BPPT bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa, Surjatin Wirjadidjaja di Jakarta, Senin (15/01).

Menurut dia, Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki wilayah yang sangat luas dan memerlukan suatu wahana terbang yang mempunyai risiko kecil, hemat biaya, dan efektif dalam pengoperasiannya.

Harga pesawat nir awak sejenis buatan negara lain, ia menyebutkan, harganya sekitar ratusan juta rupiah. Nilai tersebut bertambah tergantung dari peralatan yang dibawanya.

Kegiatan pengembangan PUNA diawali dengan pembuatan wahana sasaran tembak atau Target Drone yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan prajurit Pusenart (Pusat Senjata Artileri) TNI-AD dalam menembak presisi, kata Surjatin.

Seiring dengan keberhasilan itu, kemudian dikembangkan PUNA doubleboom pada 2002, disusul PUNA dengan singleboom pada 2004 dengan desain rangka udara dan pembuatan prototipe yang kemudian dilanjutkan dengan pengembangan sistem telemetri dan mission payload, ujarnya.

PUNA singleboom dengan konfigurasi T-Tail itu, lanjut dia, dirancang mempunyai kecepatan jelajah 80 knot dengan jangkauan terbang mencapai 30 km di ketinggian sekitar 7.000 kaki.

Pada 2006, lanjut dia, pengembangan PUNA telah mencapai tahap pengembangan sistem telemetri dan otonomous dan diharapkan segera bisa disertifikasi untuk diproduksi.

Dengan dana DIPA sebesar Rp1,3 miliar, disebutkan, BPPT bekerjasama dengan UKM Djubair dan P.T Aviator telah berhasil mengembangkan dua prototipe PUNA ‘Wulung’, yaitu prototipe singleboom dengan TTail juga prototipe single boom dengan Inverted VTail.

Selain itu dikembangkan pula dua sistem telemetri onboard untuk dua buah pesawat dan “Ground Control Station” yang menampilkan data transfer dari onboard system telemetry secara langsung, katanya.

Sumber : KapanLagi.com

Posted in Berita dan Informasi | Comments Off on Pesawat UAV Made In Indonesia

SS1 Senjata Made In Indonesia

SS1 Picture
SS1 adalah singkatan dari Senapan Serbu 1, senapan serbu yang banyak digunakan oleh TNI dan POLRI. Senapan ini diproduksi oleh PT. Pindad Bandung, berdasarkan senapan FN FNC dengan lisensi dari perusahaan senjata Fabrique Nationale (FN), Belgia.

Senapan ini menggunakan peluru kaliber 5.56 x 45 mm standar NATO dan memiliki berat kosong 4,01 kg. Senapan ini bersama-sama dengan M16, Steyr AUG dan AK-47 menjadi senapan standar TNI dan POLRI, tapi karena diproduksi di Indonesia, senapan ini paling banyak digunakan.

Detail desain

SS-1 diproduksi dalam 2 konfigurasi utama, yaitu senapan standard dan karabin pendek. Versi senapan standar disebut SS1-V1 (FNC “Standard” Model 2000) dan karabin disebut SS1-V2 (FNC “Short” Model 7000). Kedua varian diatas dilengkapi dengan barrel yang berisi pelintiran tembakan tangan kanan sepanjang 178 mm (untuk stabilisasi mengantisipasi peluru SS109 belgia yang lebih berat).

Varian

* SS1-V1 — Varian dasar bagi SS1. Laras standar dengan popor lipat.
* SS1-V2 — Varian pendek dari SS1, larasnya diperpendek.
* SS1-V3 — Varian standar dengan popor tetap.
* SS1-V4 — Serupa dengan varian V1, ditambah dengan teleskop.
* SS1-V5 — Varian terkecil dari semua varian dengan laras 252 mm dan berat 3,37 kg dan popor lipat. Dirancang untuk teknisi, operator artileri, kru tank, paukan garis belakang, dan pasukan khusus.
* SS1-R5 Raider — Sub varian V5 yang dirancang khusus untuk pasukan khusus terbaru TNI Raider. R adalah kependekan dari Raider dan R5 dibuat khusus untuk batalyon ini saja. SS1-R5 memiliki rancangan lebih ramping dan ringan.
* SS1 seri M — Dibuat untuk korps Marinir. Dengan proses pengecatan spesial untuk menahan air laut dan tidak mudah berkarat. Varian ini dirancang untuk tetap dapat digunakan setelah masuk lumpur atau pasir. Terdapat tiga varian: M1 dengan laras panjang dan popor lipat; M2 dengan laras pendek dan popor lipat; dan M5 Commando.
* Sabhara V1-V2 — Pengembangan varian ini dikhususkan untuk kepolisian, yaitu perlunya kemampuan melumpuhkan bukan membunuh. Varian ini menggunakan peluru 7.62 x 45 mm PT Pindad.

Sumber : wikipedia

Posted in Berita dan Informasi | Comments Off on SS1 Senjata Made In Indonesia